Kamis, 17 Maret 2011

PERBEDAAN AGAMA DAN FILSAFAT

BAB I
PENDAHULUAN

Keadaan dunia yang begini ada yang mewarnainya. Kekuatan yang mewarnai itu yang pertama adalah agama dan yang kedua adalah filsafat. Orang yang mewarnai dunia juga hanya dua, nabi dan ulama, dan filosof. Apakah sains dan teknologi mewarnai dunia? Tidak. Saint dan teknologi dalam garis besarnya netral. Pakar sains dan teknologi menggunakan saint dan teknologi untuk mewarnai dunia berdasarkan pandangan hidupnya ; pandangan hidup itu ada dua ; agama dan filsafat.
Sejarah telah mempertontonkan adanya manusia yang berani mati untuk karena agama yang dianutnya. Orang mengorbankan harta,pikiran, tenaga, atau nyawa sekalipun untuk dan karena kepercayaan yang dianutnya. Adapula orang yang dibakar hidup-hidup oleh yang merasa agamanya disentuh oleh orang tersebut. Orang rela pula dijemur dan diapit dengan batu besar untuk mempertahankan kepercayaannya (agama) yang dianutnya. Orang dengan tekun menabur bunga di kuburan, membakar kemenyan di tanah-tanah tinggi atau dipojok rumah untuk dan karena kepercayaan agamanya. Adapula orang yang rela mengubur anak perempuannya hidup-hidup karena kepercayaan yang dianutnya. Demikian kenyataannya.
Orang yang meyakini agama tertentu ingin pula agar orang lain ikut bersamanya. Lalu agama tertentu disebarkannya, didakwahkannya, dipropagandakannya. Itu dikerjakannya dengan sungguh-sungguh demi agamnya. Begitulah yang telah, sedang, dan akan terjadi Ini berarti dengan tekun mereka mewarnai dunia :Ini suatu kenyataan yang tidak dapat dimungkiri.
Selain kenyataan itu sejarah telah mencatat pula adanya orang kuat, yang kadang-kadang juga berani mati, karena meyakini sesuatu yang diperolehnya karena memikirkannya. Yang ini adalah pemikir atau filosof. Sesuatu dipikirkan sedalam-dalamnya, lantas suatu ketika ia sampai pada kesimpulan yang dianggap benar. Kebenaran ini mempengaruhi tindakannya; keyakinannya pada kesimpulannya itu membentuk sikapnya. Socrates sanggup mati dengan cara minum racun, sebagai hukuman baginya, karena mempertahankan kebenaran filsafat yang dianggap benar.
Keyakinan filsafat itu diikuti pula oleh oranglain. Mereka memang ingin diikuti, bahkan filosof itu merasa wajib menyebarkan pendapat mereka. Pada orang yang mengikuti, bahkan itu terbentuk pula sikap mereka; tindakan mereka dibentuk oleh pandangan filsafat itu, jadi menjadi pandangan hidup mereka. Mereka juga mewarnai dunia.
Agama dan filsafat adalah kekuatan yang mewarnai dunia. Barang siapa hendak memahami dunia, ia harus memahami agama atau filsafat yang mewarnai dunia itu.











BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Ilmu Filsafat dan Agama
a. Pengertian Ilmu Filsafat
Kata filsafat atau falsafat berasal dari bahasa Arab falsafah yang diturunkan dari kata Yunani philosophia yang merupakan kata gabungan dari kata philein yang berarti mencintai atau philia yang berarti cinta dan kata sophia yang berarti kebijaksanaan. Dengan demikian kata philosophia, falsafat berarti mencintai atau cinta kepada kebijaksanaan.
Dari segi praktis, falsafat berarti alam pikiran atau alam berfikir. Berfilsafat artinya berfikir. Namun tidak semua berfikir berarti berfilsafat. Berfilsafat adalah berfikir secara mendalam dan sungguh-sungguh. Sebuah semboyan mengatakan bahwa setiap manusia adalah filosuf. Semboyan ini benar juga sebab semua manusia berfikir. Akan tetapi, secara umum semboyan itu tidak benar sebab tidak semua manusia yang berfikir adalah filosof. Tegasnya filsafat adalah hasil akal manusia yang mencari dan memikirkan suatu kebenaran dengan sedalam-dalamnya. Dengan kata lain filsafat adalah ilmu yang berusaha mempelajari suatu sampai ke akar-akarnya, sistematika dan menyeluruh sehingga mendapatkan hakikat kebenaran dari sesuatu itu.
Orang yang pertama kali menggunakan istilah filsafat adalah Pythagoras (572-497 SM), ketika itu ia ditanya oleh Leon tentang pekerjaannya, ia menjawab sebagai philosophis artinya pecinta kearifan atau kebijaksanaan.
Jadi dapat disimpulkan filsafat ialah keinginan yang mendalam untuk mendapat kebijakan, atau keinginan yang mendalam untuk menjadi bijak.
Immanuel Kant mendefinisikan filsafat sebagai pengetahuan yang menjadi pokok pangkal segala pengetahuan yang tercakup di dalamnya empat persoalan :
a. Apa yang dapat diketahui ? (Jawabannya : Metafisika.)
Metafisika adalah studi tentang sifat realitas, termasuk hubungan antara pikiran dan tubuh, substansi dan kecelakaan, peristiwa dan sebab-akibat.

b. Apa yang seharusnya diketahui ? (Jawabannya : Etika .)
Etika atau filsafat moral, berkaitan dengan pertanyaan tentang bagaimana orang harus bertindak atau jika pertanyaan tersebut dijawab. Cabang-cabang utama dari etika adalah meta-etika , etika normatif , dan etika diterapkan . Meta-etika kekhawatiran sifat pemikiran etis, perbandingan berbagai sistem etis, apakah ada kebenaran mutlak etis, dan bagaimana kebenaran tersebut dapat diketahui. Etika juga berhubungan dengan gagasan moralitas . Plato dialog dini termasuk mencari definisi kebajikan.





c. Sampai di mana harapan kita ? (Jawabannya : Agama.)
Agama adalah kebenaran yang bersumber dari wahyu Tuhan mengenai berbagai hal kehidupan manusia dan lingkungannya. Jadi kebenaran agama bukan merupakan hasil usaha manusia.

d. Apa itu manusia ? (Jawabannya : Antropologi.)
Manusia adalah salah satu makhluk Allah yang paling sempurna, baik dari aspek jasmaniyahl lebih-lebih rohaniyahnya .karena kesempurnaanya itulah ,maka untuk dapat memahami ,mengenal secara dalam dan totalitas dibutuhka keahlian yang spesifik .

Jauh sebelum manusia menemukan dan menetapkan apa yang sekarang kita sebut sesuatu sebagai suatu disiplin ilmu sebagaimana kita mengenal ilmu kedokteran, fisika, matematika, dan lain sebagainya, umat manusia lebih dulu memfikirkan dengan bertanya tentang berbagai hakikat apa yang mereka lihat. Dan jawaban mereka itulah yang nanti akan kita sebut sebagai sebuah jawaban filsafati.
Kegiatan manusia yang memiliki tingkat tertinggi adalah filsafat yang merupakan pengetahuan benar mengenai hakikat segala yang ada sejauh mungkin bagi manusia . Bagian filsafat yang paling mulia adalah filsafat pertama, yaitu pengetahuan kebenaran pertama yang merupakan sebab dari segala kebenaran (Al-Kindi, 801 – 873 M).
Metode filsafat adalah metode bertanya. Objek formal filsafat adalah ratio yang bertanya. Obyek materinya semua yang ada. Maka menjadi tugas filsafat mempersoalkan segala sesuatu yang ada sampai akhirnya menemukan kebijaksanaan universal.
Sonny Keraf dan Mikhael Dua mengartikan ilmu filsafat sebagai ilmu tentag bertanya atau berpikir tentang segala sesuatu (apa saja dan bahkan tentang pemikiran itu sendiri) dari segala sudut pandang. Thinking about thinking.
b. Pengertian Agama
Dulu Adam dan Hawa berada di surga, demikian menurut Islam dan beberapa agama lain. Lalu Tuhan menginginkan mereka hidup di dunia untuk sementara. Tuhan berkata kepada Adam dan Hawa : Berangkatlah kalian ke dunia. Timbul kekhawatiran, bagaimana caranya hidup di dunia itu? Tuhan memberikan jaminan: nanti kalau Adam dan Hawa sudah sampai di dunia, Tuhan mengirimkan petunjuk. Isi petunjuk itu ialah tentang cara hidup di dunia. Peraturan tentang cara hidup di dunia inilah yang disebut agama.
Berdasarkan berbagai bahan bacaan kita mengetahui bahwa definisi agama banyak sekali. Dari sekian banyak definisi itu agaknya dapat dibagi menjadi dua kelompok :
 Definisi agama yang menekankan segi rasa iman atau kepercayaan.
 Menekankan segi agama sebagai segi peraturan tentang cara hidup.


Kombinasi kedua-duanya mungkin merupakan definisi yang lebih memadai tentang agama :
1. Agama ialah system kepercayaan dan praktek yang sesuai dengan kepercayaan tersebut. Dapat juga ;
2. Agama ialah peraturan tentang cara hidup, lahir dan batin.

B. Hubungan Ilmu Filsafat dan Agama
Adapun klasifikasi filsafat menurut latar belakang agama :
a. Filsafat Islam
Filsafat Islam bukanlah filsafat Timur Tengah. Bila memang disebut ada beberapa nama Yahudi dan Nasrani dalam filsafat Timur Tengah, dalam filsafat Islam tentu seluruhnya adalah muslim. Ada sejumlah perbedaan besar antara filsafat Islam dengan filsafat lain. Pertama, meski semula filsuf-filsuf muslim klasik menggali kembali karya filsafat Yunani terutama Aristoteles dan Plotinus, namun kemudian menyesuaikannya dengan ajaran Islam. Kedua, Islam adalah agama tauhid. Maka, bila dalam filsafat lain masih mencari Tuhan, dalam filsafat Islam justru Tuhan sudah ditemukan.
Pada mulanya filsafat berkembang di pesisir samudera Mediterania bagian Timur pada abad ke-6 M yang ditandai dengan pertanyaan-pertanyaan untuk menjawab persoalan seputar alam, manusia, dan Tuhan. Dari sinilah lahirlah sains-sains besar, seperti fisika, etika, matematika, dan metafisika yang menjadi batubara kebudayaan dunia.
Dari Asia Minor (Mediterania) bergerak menuju Athena yang menjadi tanah air filsafat. Ketika Iskandariah didirikan oleh Iskandar Agung pada 332 SM, filsafat mulai merambah dunia timur, dan berpuncak pada 529 M.
b. Filsafat Kristen
Filsafat Kristen mulanya disusun oleh para bapa gereja untuk menghadapi tantangan zaman di abad pertengahan. Saat itu dunia barat yang Kristen tengah berada dalam zaman kegelapan (dark age). Masyarakat mulai mempertanyakan kembali kepercayaan agamanya. Tak heran, filsafat Kristen banyak berkutat pada masalah ontologis dan filsafat ketuhanan. Hampir semua filsuf Kristen adalah teologian atau ahli masalah agama. Sebagai contoh: Santo Thomas Aquinas, Santo Bonaventura, dan lain sebagainya.
Selain dua agama terbesar diatas, masih ada beberapa agama lainya yang melahirkan pemahaman falsafi yang sampai sekarang masih eksis. Misalnya Budha, Taoisme, dan lain sebagainya.
Buddha dalam bahasa Sansekerta berarti mereka yang sadar, atau yang mencapai pencerahan sejati (Dari perkataan Sansekerta: untuk mengetahui). Budha merupakan gelar kepada individu yang menyadari potensi penuh mereka untuk memajukan diri dan yang berkembang kesadarannya. Dalam penggunaan kontemporer, ia sering digunakan untuk merujuk Siddharta Gautama yang dilahirkan pada tahun 623 SM di Taman Lumbini.
Sidharta adalah guru agama dan pendiri Agama Buddha. Dalam pandangan lainnya, ia merupakan tarikan dan contoh bagi manusia yang telah sadar. Penganut Buddha tidak menganggap Siddharta Gautama sebagai sang hyang Buddha pertama atau terakhir. Secara teknis, Buddha, seseorang yang menemukan Dharma atau Dhamma (yang bermaksud: Kebenaran; perkara yang sebenarnya, akal budi, kesulitan keadaan manusia, dan jalan benar kepada kebebasan melalui Kesadaran, datang selepas karma yang bagus (tujuan) dikekalkan seimbang dan semua tindakan buruk tidak mahir ditinggalkan. Pencapaian nirwana (nibbana) di antara ketiga jenis Buddha adalah serupa, tetapi Samma-Sambuddha menekankan lebih kepada kualitas dan usaha dibandingkan dengan dua lainnya.
Taoisme merupakan filsafat Laozi dan Zhuangzi (570 SM - 470 SM) tetapi bukan agama. Taoisme berasalkan dari kata “Dao” yang berarti tidak berbentuk, tidak terlihat tetapi merupakan asas atau jalan atau cara kejadian kesemua benda hidup dan benda-benda alam semesta dunia. Dao yang wujud dalam kesemua benda hidup dan kebendaan adalah “De”. Gabungan Dao dengan De diperkenalkan sebagai Taoisme merupakan asasi alamiah. Taoisme bersifat tenang, tidak berbalah, bersifat lembut seperti air, dan berabadi. Keabadian manusia adalah apabila seseorang mencapai “Kesedaran Dao”. Penganut-penganut Taoisme mempraktekan Dao untuk mencapai “Kesedaran Dao” dan juga mendewakan.
Taoisme juga memperkenalkan teori Yinyang. Yin dan Yang dengan saintifiknya diterjemahkan sebagai negatif dan positif. Setiap benda adalah dualisme, terdapat positif mesti adanya negatif; tidak bernegatif dan tidak berpositif jadinya kosong, tidak ada apa-apa. Bahkan magnet, magnet memiliki kutub positif dan negatif, kedua-dua sifat tidak bisa diasingkan; tanpa positif, tidak akan wujud negatif, magnet tidak akan terjadi.





C. Perbedaan Filsafat dan agama

Dalam buku Filsafat Agama diuraikan tentang perbedaan filsafat dengan agama, sebab kedua kata tersebut sering dipahami secara keliru.
Filsafat
1. Filsafat berarti berpikir, jadi yang penting ialah ia dapat berpikir.
2. Menurut William Temple, filsafat adalah menuntut pengetahuan untuk memahami.
3. C.S. Lewis membedakan enjoyment dan contemplation, misalnya laki-laki mencintai perempuan. Rasa cinta disebut enjoyment, sedangkan memikirkan rasa cintanya disebut contemplation, yaitu pikiran si pecinta tentang rasa cintanya itu.
4. Filsafat banyak berhubungan dengan pikiran yang dingin dan tenang.
5. Filsafat dapat diumpamakan seperti air telaga yang tenang dan jernih dan dapat dilihat dasarnya.
6. Seorang ahli filsafat, jika berhadapan dengan penganut aliran atau paham lain, biasanya bersikap lunak.
7. Filsafat, walaupun bersifat tenang dalam pekerjaannya, sering mengeruhkan pikiran pemeluknya.
8. Ahli filsafat ingin mencari kelemahan dalam tiap-tiap pendirian dan argumen, walaupun argumenya sendiri.
9. Filsafat adalah pengetahuan tentang non empirik dan nonekspirmental diperoleh manusia melalui usaha.




Agama
1. Agama berarti mengabdikan diri, jadi yang penting ialah hidup secara beragama sesuai dengan aturan-aturan agama itu.
2. Agama menuntut pengetahuan untuk beribadat yang terutama merupakan hubungan manusia dengan Tuhan.
3. Agama dapat dikiaskan dengan enjoyment atau rasa cinta seseorang, rasa pengabdian dedication atau contentment.
4. Agama banyak berhubungan dengan hati.
5. Agama dapat diumpamakan sebagai air sungai yang terjun dari bendungan dengan gemuruhnya.
6. Agama, oleh pemeluk-pemeluknya, akan dipertahankan dengan habis-habisan, sebab mereka telah terikat dn mengabdikan diri.
7. Agama, di samping memenuhi pemeluknya dengan semangat dan perasaan pengabdian diri, juga mempunyai efek yang menenangkan jiwa pemeluknya.
8. Filsafat penting dalam mempelajari agama.
9. Agama adalah kebenaran yang bersumber dari wahyu Tuhan mengenai berbagai hal kehidupan manusia dengan lingkungannya.










BAB III
SIMPULAN
Filsafat adalah pengetahuan tentang sesuatu yang non empiric dan non eksprimental, diperoleh manusia melalui usahanya dengan pikirannya yang mendalam.
Agama adalah kebenaran yang bersumber dari wahyu Tuhan mengenai berbagai hal kehidupan manusia dan lingkungannya. Jadi kebenaran agama bukan merupakan hasil usaha manusia.
Perbedaan antara ilmu filsafat dan agama ditambah dengan ilmu pengetahuan, dan hati berdasarkan subjek, objek, dan metodenya dapat disimpulkan sebagai berikut:

Subjek Objek Metode
Agama Dogma
(Sesuatu yang diterima tanpa ada bantahan) Masalah Spiritual Menelaah Kitab, Dalil
Filsafat Akal Abstrak, ide, universal Berfikir
Ilmu Pengetahuan Panca Indera Benda nyata, kongkrit Observasi, penelitian
Hati Qolbu Pencerahan spiritual Tobat (Pensucian hati)

DAFTAR PUSTAKA
Mustofa. H. A. Filsafat Islam. Bandung: Pustaka Setia ,2007.
O. Kattsoff Louis, Pengantar Filsafat, Terjemahan Soejono Soemargono, Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 2004.
Paryono, Joko. Ilmu Alamiah Dasar. Bandung : Pustaka Setia, 2008.
Rasyidi, H.M, Filsafat Agama, Jakarta,1970.
Suriasumantri, Jujun S. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan, 2007.
Tafsir, Ahmad. Filsafat Umum Akal Dan Hati Sejak Thales Sampai Capra. Bandung : PT Remaja Rosdakarya , 2009.
Tafsir, Ahmad. Filsafat Umum Akal Dan Hati Sejak Thales Sampai James. Bandung : PT Remaja Rosdakarya , 1992.
Tafsir, Ahmad. Filsafat Ilmu. Bandung : Rosdakarya, 2010.
http://kuliahfilsafat.blogspot.com/2009/04/filsafat-dan-agama.html.

http://zanikhan.multiply.com

http://yesalover.wordpress.com/2007/11/29/perbedaan-antara-filsafat-dengan-agama-kristen-khususnya-kharismatik-lebih-khususnya/

hhtp://Wikipedia.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar